Dear Duniaku..
Dengarkalah Aku..
Dia dan mereka yg telah berhasil membisikimu
Dengan meyakinkanmu atas terlarangnya perbedaan atas keyakinan
Dengan menghakimi perbedaan adalah hal yg haram
Hingga kau pun terbujuk bius untuk melupakan mimpi itu
Sesungguhnya telah dg licik memperdayaimu
Menghalalkan segala cara untuk bs meraihmu
Dan, Duniaku dengarkanlah aku..
Bukan krn dy fasih melafalkan bait2 dr ayat suci..
Bukan karena dy santun berbahasa dan alim penampilan
Dan bukan krn kedok orang hidup dlm lingkungan Agama
Kau lantas begitu saja meyakini apapun yg jd kata2 na
Kau mengagumi setiap hembus kenyamanan yg diciptakan na
Kau jd berfikir bhwa dia lah orang yg sempurna untuk kau amini
Bukan Dunia ku..jng terlalu NAIF..
Manusia akan cenderung tampil sempurna saat dy berupaya mewujudkan niat yg jd tujuan na
Pun tak ubahnya spt setan yg tampil rupawan dg manis bahasanya
Ketika dia menginginkan sesuatu yg jd misi keinginan na
Aku tahu kau haus siraman religi, spt dia jg memahami itu
Tapi itu harusnya bkn jd alasan kamu memujanya melebihi pahit pengalaman yg pernah menerpamu
Jdkanlah apa yg pernah terlewat sbg saringan logika dan hatimu
Dia belum seberapa pantas untuk mendapatkan pengakuan apa2..
Bahkan waktupun belum menguji kebenaran jati dirinya
kenyataan atas dirimupun belum tentu dy tulus menerimanya
Jangan tambah beban lukamu untuk luka yg mngkin saja menunggu mu di kenyataan yg terjadi esok hari
Jadi tolong Duniaku..jagalah dirimu, bkn untuk aku..
Karena sesungguhnya akupun sdh mulai untuk tdk lg menganggapmu mimpi yg harus ku wujudkan lagi..
Mendua dan rapuh cintamu tlh melelehkan sedikit demi sedikit padas cinta yg dl menggunung kujaga dan kuatkan untukmu..
ini untuk dirimu sendiri, krn naluriku selalu berbisik.." kau telah salah lagi, kau akan menyesali ini terjadi lagi "
jadi tolong Dunia ku, gunakan logika krn mngkin saat ini hatimu telah tertutup rasa kagum yg membabi buta hingga kaupun menyebutnya cinta..
Satu yg sll harus kau ingat, hari ini aku spt ini krn hari ini msh ada sisa perduliku yg tercipta dr rembesan cinta yg kini sedang ku kemas dalam peti tak berwaktu selamanya.
Kuharap kau tak terjerumus dlm sesat penyesalan berkedok keimanan..
Doa ku, secepatnya ada kebenaran dr apa yg kini membelai dan kau rasakan.
Aku hny akan berdiri dr kejauhan, memandangmu dan jk apa yg ku takutkan terjadi..aku akan menghampirimu kembali
Jika rasa yg ku petikan msh ada, aku akan memapahmu lg ke mimpi yg selama ini jd mimpi kita, tp jika rasa itu sudah terlanjur membeku, jng sekalipun pernah berharap aku akan ada di hadapanmu ®
Selasa, 08 September 2015
Coretan yg Terpendam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar